Pengaruh Kemampuan Mojigoi Dan Bunpou Terhadap


Download Pengaruh Kemampuan Mojigoi Dan Bunpou Terhadap


Preview text

PENGARUH KEMAMPUAN MOJIGOI DAN BUNPOU TERHADAP KEMAMPUAN DOKKAI DALAM NOURYOKUSHIKEN N3

SKRIPSI

untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Nama NIM Program Studi Jurusan

oleh : Nabila Zulfa Maulana : 2302412014 : Pendidikan Bahasa Jepang : Bahasa dan Sastra Asing

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

ii

iii

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto
x Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik (Evelyn Underhill)
x Mush yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh (Andrew Jackson) Persembahan : x Untuk kedua orang tua dan keluarga tercinta x Dosen PBJ UNNES x Teman-teman PBJ UNNES angkatan 2012 x Sahabat dan teman-teman yang selalu mendukungku x Para pembaca yang membaca skripsi ini
v

SARI
Maulana, Nabila Zulfa. 2016. Pengaruh Kemampuan Mojigoi dan Bunpou terhadap Kemampuan Dokkai dalam Nouryokushiken N3. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Setiyani Wardhaningtyas, S.S., M.Pd., Pembimbing II: Dyah Prasetiani, S.S., M.Pd.
Kata kunci : Bunpou, Dokkai, Mojigoi, Nouryokushiken, Pengaruh.
Dokkai merupakan salah satu mata uji dalam nouryokushiken N3 yang memerlukan pengetahuan bahasa yaitu, moji, goi, dan bunpou. Tanpa adanya penguasaan bahasa, peserta ujian akan kesulitan dalam mengerjakan soal dokkai nouryokushiken N3. Berdasarkan studi pendahuluan, sebagian besar nilai mahasiswa dalam nouryokushiken N3, dokkainya lebih rendah daripada mojigoi dan bunpou. Seharusnya, jika penguasaan mojigoi dan bunpounya tinggi, maka nilai dokkainya tidak lebih rendah daripada nilai mojigoi dan bunpou.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasi untuk mengetahui pengaruh antara kemampuan mojigoi, bunpou terhadap kemampuan dokkai dalam nouryokushiken N3. Sampelnya adalah mahasiswa PBJ UNNES angkatan 2013 yang pernah mengikuti nouryokushiken N3. Teknik pengumpulan data dalam menggunakan metode dokumentasi dan angket. Teknik analisa data menggunakan product moment, koefisien determinasi, regresi linear dan deskriptif prosentase.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui terdapat hubungan kemampuan mojigoi, bunpou terhadap kemampuan dokkai dalam nouryokushiken N3 dengan ‫ ݃݊ݑݐ݄݅ݎ‬lebih besar daripada ‫ ݈ܾ݁ܽݐݎ‬untuk taraf kesalahan 5% (0,496 > 0,304). Untuk hasil perhitungan konstribusi didapatkan hasil kemampuan mojigoi, bunpou memberi pengaruh terhadap kemampuan dokkai dalam nouryokushiken N3 sebesar 24,6%. Faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat keberpengaruhan kemampuan mojigoi, bunpou terhadap kemampuan dokkai dalam nouryokushiken N3 dianalisis dengan angket yang dibagikan kepada 45 orang responden. Hasil faktor penyebabnya antara lain karena ketika mengerjakan soal dokkai nouryokushiken N3, terdapat kanji, kosakata dan pola kalimat baru, kehabisan waktu dalam mengerjakan, dan kurangnya motivasi untuk menyelesaikan soal.
vi

RANGKUMAN Maulana, Nabila Zulfa. 2016. Pengaruh Kemampuan Mojigoi dan Bunpou
terhadap Kemampuan Dokkai dalam Nouryokushiken N3. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Setiyani Wardhaningtyas, S.S., M.Pd., Pembimbing II: Dyah Prasetiani, S.S., M.Pd. Kata kunci : Bunpou, Dokkai, Mojigoi, Nouryokushiken, Pengaruh.
1. Latar Belakang Nouryokushiken merupakan suatu tes kemampuan bahasa Jepang yang
terdiri dari 5 tingkatan. Diantara 5 tingkatan nouryokushiken, N3 merupakan tingkatan yang biasanya dijadikan sebagai syarat minimal yang diberikan oleh perusahaan Jepang agar dapat bekerja di perusahaan tersebut. Agar lulus nouryokushiken N3, peserta ujian harus menghadapi 4 kemampuan berbahasa yang diujikan diantaranya mojigoi, bunpou, dokkai, dan choukai. Dokkai dalam nouryokushiken N3 merupakan salah satu kemampuan yang memerlukan pengetahuan bahasa atau gengo chishiki (ゝㄒ▱㆑) yang meliputi huruf atau moji ( ᩥ Ꮠ ), kosakata atau goi ( ㄒ ᙡ ), dan tata bahasa atau bunpou ( ᩥ ἲ ). Pengetahuan bahasa ini dijadikan sebagai modal untuk mendapatkan informasi tertulis yang didapat dari kemampuan membaca (dokkai). Tanpa adanya penguasaan gengo chishiki, maka peserta ujian akan menemui kesulitan ketika mengerjakan soal dokkai dalam ujian nouryokushiken N3. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada 45 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2013 yang pernah mengikuti nouryokushiken N3, diketahui sebagian besar mahasiswa nilai dokkainya lebih rendah daripada nilai mojigoi dan bunpou. Seharusnya, jika pembelajar bahasa Jepang yang
vii

kemampuan penguasaan mojigoi dan bunpounya tinggi, maka nilai dokkainya tidak lebih rendah daripada nilai mojigoi dan bunpou. Namun kenyataannya, nilai yang didapat mahasiswa dalam ujian mojigoi, bunpou dan dokkai tidak berimbang.
Oleh karena itu, penelitian ini ditulis untuk mengetahui pengaruh dan sebab pengaruh atau tidak pengaruhnya kemampuan mojigoi dan bunpou terhadap kemampuan dokkai dalam nouryokushiken N3. 2. Landasan Teori
2.1 Bahasa Jepang Kemampuan berbahasa terdiri dari kemampuan reseptif dan produktif.
Agar pembelajar bisa memproduksi bahasa yang telah dipelajari lewat kemampuan berbicara (kaiwa) maupun menulis (sakubun), diperlukan input pengetahuan bahasa atau gengo chisiki (ゝㄒ▱㆑) yang meliputi huruf atau moji (ᩥᏐ), kosakata atau goi (ㄒᙡ), dan tata bahasa atau bunpou (ᩥἲ). Pengetahuan bahasa sebagai modal untuk mendapatkan informasi tertulis yang didapat dari kemampuan membaca (dokkai) maupun informasi lisan yang didapat dari kemampuan mendengar (choukai). 2.2 Hiragana dan Katakana
Hiragana dan katakana merupakan huruf dalam bahasa Jepang yang bersifat hyo’on moji atau huruf yang menyatakan bentuk-bentuk pengucapan yang tidak memiliki arti. Meskipun, hiragana dan katakana termasuk kelompok huruf hyo’on moji, fungsi huruf hiragana berbeda dengan huruf katakana. Oleh karena itu, untuk menguasai ragam tulisan diperlukan penguasaan semua jenis huruf beserta fungsinya masing-masing.
viii

2.3 Kanji Kanji merupakan huruf hyoo’i moji atau huruf yang menyatakan isi atau
arti sekaligus menyatakan pengucapan. Menurut Adimihardja (2003:2) bahwa kanji terdiri dari tiga unsur yang terkandung di dalamnya, diantaranya adalah bentuk, bunyi dan makna. 2.4 Kosakata Bahasa Jepang
Kosakata dalam bahasa Jepang disebut dengan Goi. Goi merupakan kumpulan kata yang berhubungan dengan suatu bahasa atau bidang tertentu yang ada di dalamnya. Berdasarkan asal-usulnya, kosakata bahasa Jepang dibagi 3, diantaranya ada wago, kango, gairaigo. Selain itu, ada juga konshugo atau kosakata terbentuk sebagai gabungan dari dua buah kata yang memiliki asal-usul yang berbeda seperti gabungan kango dan wago, kango dan gairaigo, atau wago dan gairaigo. 2.5 Pembelajaran Moji dan Goi di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang
Pembelajaran huruf di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang merupakan mata kuliah berjenjang terdiri dari 2 SKS yang wajib diikuti oleh mahasiswa dari semester 1 hingga semester 6. Diantaranya ada mata kuliah hyoki, kanji shokyu, kanji shochukyu, kanji chukyu zenhan, kanji chukyu kohan dan kanji enshu. Dalam pembelajaran huruf, mahasiswa diajarkan cara menulis, membaca dan dituntut untuk mengetahui makna kosakata yang ditulis dengan huruf hiragana, katakana maupun huruf kanji.
Sedangkan untuk pembelajaran kosakata di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang tidak ada namun, diajarkan pada mata kuliah hyoki dan kanji, juga diajarkan ketika pembelajaran bunpou berlangsung. Mahasiswa diperkenalkan
ix

terlebih dahulu kosakata baru yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan. Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan mahasiswa dalam mojigoi, diadakan tes kecil (shotesuto) dalam kurun waktu tertentu yang telah disepakati bersama antara pengajar dan mahasiswa. Selain itu ada pula ujian tengah semester dan ujian akhir semester. 2.6 Tata Bahasa dalam bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang, tata bahasa disebut juga dengan bunpou. Menurut Matsumoto dalam bukunya yang berjudul Bunpou o Oshieru, menerangkan bahwa bunpou adalah aturan yang digunakan bersama ketika membuat suatu kalimat yang benar dalam suatu bahasa. 2.7 Pembelajaran Bunpou di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang
Pembelajaran bunpou di Prodi Pendidikan Bahasa Jepang merupakan mata kuliah prodi berjenjang yang wajib diikuti oleh mahasiswa mulai dari semester 1 hingga semester 6. Diantaranya adalah bunpou shokyu zenhan, bunpou shokyu kohan, bunpou shochukyu, bunpou chukyu Zenhan, bunpou chukyu kohan dan bunpou enshu. Mata kuliah bunpou memiliki bobot 4 SKS kecuali untuk bunpou enshu memiliki bobot 2 SKS. Mata kuliah ini berisi tentang dasar-dasar tata bahasa dalam bahasa Jepang dari level dasar, menengah dan tinggi. Untuk mengetahui kemampuan bunpou mahasiswa, biasanya diadakan shotesuto setiap 2 bab sekali. 2.8 Pengertian Membaca
Menurut Matsumoto (2006: 10) dalam buku Yomu Koto o Oshieru mengungkapkan bahwa membaca adalah kegiatan yang tidak hanya menerima informasi yang tertulis dalam bacaan saja, tetapi pembaca bertindak aktif
x

Preparing to load PDF file. please wait...

0 of 0
100%
Pengaruh Kemampuan Mojigoi Dan Bunpou Terhadap